Perlu Diketahui Sebelum Mengekspor Barang

Bisnis bisa di dalam hal apa saja. Jika nantinya Anda ingin melebarkan sebuah sayap bisnis Anda. Tentunya tidak ada salahnya untuk mencoba mengekspornya ke luar negeri. Tentu, menjual barang ke luar negeri memang sebuah cara yang sedikit berbeda dengan menjual barang di dalam negeri. Jika di dalam negeri maka prosedurnya akan lebih mudah karena tidak melibatkan sebuah pihak dari luar negeri. Hal ini nantinya akan berbeda jika Anda nantinya akan melakukan ekspor ke luar negeri. Tidak peduli apakah modal Anda nantinya untuk mengekspor barang yaitu adalah pinjaman tunai atau bukan, semuanya nanti harus dilakukan sesuai dengan aturan.

Perlu Diketahui Sebelum Mengekspor Barang

Berikut ini adalah hal penting yang juga nantinya perlu diketahui oleh eksportir sebelum nantinya anda mengirim barang keluar negeri sehingga tidak masuk ke dalam kategori melanggar atau tidak dikenai sanksi denda dari pemerintah. Membeli barang dari dalam negeri dan juga luar negeri atau impor memang kedua hal yang nantinya akan berbeda walaupun sebuah kegiatan yang telah dilakukan sama yakni dengan membeli. Hal ini nantinya dikarenakan setiap negara memiliki sejumlah aturan dan juga sejumlah prosedur sendiri untuk setiap barang yang nantinya akan masuk.

Bagi beberapa perusahaan nantinya, kegiatan impor adalah sebuah kegiatan yang tidak bisa dihindari lantaran sebuah bahan baku atau barang impor tersebut sudah sangat penting baik dalam kegiatan impor atau melalui jumlah kredit pinjaman tanpa jaminan ataupun tidak. Artinya, nanti seluruh kegiatan impor akan dapat diperoleh siapa saja yang nantinya akan mengikuti sebuah prosedur. Ada juga poin penting lainnya yang nantinya harus anda ketahui sebelum anda dapat melakukan sebuah kegiatan impor barang dari luar negri ke dalam negeri.

Mengerti seluk beluk barang yang diekspor/impor

Ketika Anda nantinya akan mengekspor sejumlah barang, maka nantinya anda bisa dikatakan anda nantinya adalah pemilik atau orang memiliki sebuah kuasa oleh pihak tertentu untuk melakukan ekspor barang. Oleh sebab itu, siapa saja yang nantinya akan terlibat dalam kegiatan ekspor, ia juga nantinya harus paham serta mengerti tentang barang apa yang nantinya akan diekspor baik dari sisi jenis dan juga jumlah. Ia juga nantinya harus paham tentang deskripsi barang yang akan di ekspor. Pastinya, Anda nantinya tidak akan berani bertindak sebagai eksportir ketika Anda sendiri tidak tahu tentang barang apa yang nantinya akan diekspor.

Memberitahukan barang yang diekspor ke KPPBC

Jika Anda nantinya sudah mengerti tentang seluk beluk barang ekspornya. Tentunya akan memudahkan anda untuk dapat melakukan sebuah laporan atau memberitahukan sebuah barang ekspor yang sesuai dengan data atau PEB. Atau Pemberitahuan tentang Ekspor Barang yang dilakukan. Penyampaian PEB kepada KPPBC atau yang merupakan sebuah (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai).

Penyampaian dari PEB ini nantinya juga menjadi sebuah hal yang bisa berupa sebuah tulisan di atas sebuah formulir atau secara manual nantinya bisa juga dengan menggunakan sebuah data elektronik. Jika dengan menggunakan sebuah data elektronik, bisa dengan melakukan sebuah Pertukaran Data Elektronik (PDE) atau sebuah media penyimpan data elektronik seperti halnya flash disk dan juga menggunakan CD.

Memahami ketentuan barang ekspor

Setiap barang yang nantinya akan diekspor, tentunya juga memiliki ketentuannya tersendiri. Ada barang yang juga termasuk kategori barang yang dilarang, ada juga yang sudah dibatasi. Jadi, tidak serta merta Anda nantinya ingin mengekspor barang kemudian sudah bisa langsung saja anda melakukan kegiatan ekspor tersebut.

Perlunya memahami sebuah kriteria ketentuan barang yang nantinya akan diekspor, menjadi sebuah hal yang dapat bisa menjamin bahwa Anda nantinya tidak melanggar sebuah ketentuan hukum yang berkaitan dengan sebuah larangan atau pembatasan dari sebuah barang ekspor.

Memahami barang dilarang ekspor

Tidak semua barang yang bisa diekspor. Ada beberapa barang yang juga dilarang diekspor ke luar negeri dimana dilarang bagi sebuah perorangan, atau sebuah badan usaha atau siapapun yang nantinya bisa melakukan sebuah kegiatan ekspor untuk beberapa barang yang dilarang seperti halnya :

  • rotan mentah
  • bijih timah serta konsentrasinya
  • kayu dalam bentuk log
  • bantal trem rel kereta api kayu
  • pasir silica atau kuarsa

Memahami barang yang dibatasi untuk melakukan ekspor

Selain mengetahui barang yang nantinya sudah dilarang diekspor, eksportir juga nantinya harus memahami apakah barang yang nantinya akan diekspor termasuk ke dalam kategori barang yang dibatasi atau yang tidak. Jika barangnya masuk ke dalam kategori ini, maka nantinya saat terjadi kegiatan ekspor harus ada sebuah perizinan khusus yang nantinya akan didapatkan dari sebuah instansi yang cukup berwenang. Izin ini nantinya harus dibuat sebelum mengajukan sebuah PEB. Jika perizinan ini nantinya tidak dibuat maka PEB juga nantinya tidak akan bisa dibuat. Artinya, izin ini nantinya akan menentukan barang yang masuk ke dalam kategori dan juga dibatasi oleh sebuah bisa diekspor.

Memahami barang bebas ekspor

Barang bebas ekspor artinya adalah sejumlah barang yang tidak termasuk dalam dua kategori sebelumnya yakni adalah sebuah barang yang dilarang dan barang yang dibatasi. Kegiatan ekspor barang ini nantinya akan menjadi sebuah cara yang sesuai dengan semua prosedur normal atau sebuah izin khusus yang nantinya berkaitan.

Memahami pajak bea keluar untuk beberapa barang ekspor

Ada beberapa barang yang ternyata masuk ke dalam terkategori yang dikenai dengan bea keluar. Bea keluar merupakan sebuah pungutan negara sesuai dengan sebuah UU kepabeanan. Tidak semua barang juga nantinya bisa dikenai oleh bea keluar, hanya beberapa saja seperti halnya barang-barang berikut ini :

  • Kulit (kulit mentah, kulit jangat, kulit disamak)
  • Biji Kakao
  • Kayu (kayu olahan & serpih kayu)
  • Kelapa sawit serta halnya CPO beserta Produk Turunannya
  • Produk Mineral Hasil Sebuah Pengolahan

Jadi, jika nantinya Anda akan melakukan sebuah kegiatan ekspor dari barang ke luar negeri, maka anda perhatikan beberapa poin yang ada di atas. Jika Anda nantinya masih ragu untuk melakukan sebuah kegiatan ekspor karena kurangnya sebuah modal atau dana. Maka tidak sedikit orang yang kemudian mengambil pinjaman tunai, anda pun nantinya juga bisa melakukan hal yang sama. Namun, akan lebih baik jika Anda mempersiapkan sebuah modal ekspor Anda nantinya terlebih dahulu.

Manfaatkan Akses Permodalan

Apabila dalam prosesnya, ketika Anda nantinya ingin melakukan mengekspor barang ke luar negeri, dan anda membutuhkan sebuah dana tambahan untuk sebuah permodalan usaha, tenang saja sekarang ini sejumlah bank bisa membantu Anda dengan memberikan sebuah akses permodalan yang mudah dan juga dengan bunga yang terjangkau.

Demikian itulah beberapa cara yang dapat anda perhatikan sebelum anda memulai untuk mengekspor barang anda keluar negeri. Dengan mengekspor barang keluar negeri maka nantinya pasar dari usaha anda juga akan lebih luas untuk dijangkau. Apalagi sekarang ini kita sudah di mudahkan oleh MEA. MEA adalah masyarakat Ekonomi Asean yang dimana sekarang ini memudahkan para pelaku usaha untuk mendistribusikan produknya ke pasar asia yang lebih luas. Semoga artikel ini dapat membantu anda mengembangkan bisnis anda.